EDISI CAPUNG : Capung Jarum atau Capung Sejati?

Membantu kakak ipar tapi malah diusir sama ponakan, haduh naas sekali nasib freelancer yang satu ini. Sebagai "Om" pun mungkin aku sudah gagal karena tidak bisa menjadi sosok yang dekat dengan ponakan.  Okelah kalo begitu, mending saya mulai melanjutkan latihan tulis menulis saja. 

Mendengar berita tentang Helicopter yang jatuh hari ini membuat saya mengingat hewan yang menginspirasi bentuk dari Helicopter, yaitu capung. Mungkin semua orang memiliki masa kecil yang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya capung, terutama bagi mereka yang masa kecilnya suka mengompol. Menurut mitos, apabila udel atau pusar anak-anak digigit capung, maka anak tersebut tidak akan mengompol lagi. Bagaimana menurut anda yang mungkin sudah mencoba digigit capung, apakah berhasil? Saya telah mencobanya dan ternyata gagal, ha ha.

Capung terdiri dari dua jenis, yaitu capung jarum (yang kecil ramping) dan capung sejati (yang besar gempal). Secara sekilas kedua bentuk capung ini memang sangat berbeda, namun disini saya akan mengulasnya lebih dalam, sedalam sepengetahuan saya saja.

Capung Jarum 
1. Berbentuk kecil dan ramping
2. Kedua mata terpisah
3. Memiliki daya jelajah yang rendah/penerbang lambat
4, Sayap memiliki ukuran yang sama
5. Saat hinggap sayap akan menutup

Capung Sejati
1. Berbentuk besar
2. Kedua mata berdampingan dan saling melekat
3. Memiliki daya jelajah yang tinggi/penerbang cepat
4. Sayap depan dan belakang memiliki ukuran yang berbeda
5. Ketika hinggap sayap umumnya membuka

Bentuk tubuh Capung Jarum (Kiri) dan Capung Sejati (Kanan)


Bentuk mata Capung Jarum (Kiri) dan Capung Sejati (Kanan)


Bentuk Sayap Capung Jarum (Kiri) dan Capung Sejati (Kanan)

Share on Google Plus

About ardi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment